Mat 22:37-40 – Jawab YESUS kepadanya:”Kasihilah TUHAN, ALLAHmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Kita seringkali mendengar tentang tanggung jawab dalam kehidupan kita. Tetapi apa sebenarnya tanggung jawab itu? Tanggung jawab dapat diartikan sebagai konsistensi kita untuk menjalani suiatu komitmen. Maka dari itu tanggung jawab dan komitmen merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Dan seiring bertambahnya usia kita, semakin besar pula tanggung jawab kita dalam kehidupan. Tetapi bila kita bertanya lebih lanjut, pada apakah kita bertanggung jawab? Sebagai anak-2 TUHAN yang telah diselamatkan, dengan sendirinya kita sudah mengikatkan diri kita pada hukum ALLAH. Dan ayat pembuka di atas telah menjelaskan apa yang menjadi dasar dari semua hukum ALLAH. Mengapa? Tanggung jawab yang benar tidak dapat dipisahkan dari rasa cinta. Orang yang mencintai orang lain, dengan sendirinya pasti akan berusaha untuk hidup dengan penuh tanggung jawab.
Untuk menjadi orang Kristen yang bertanggung jawab dalam hidup kita, secara garis besar kita dapat menguraikan tanggung jawab menjadi 3 bagian:
Kita seringkali mendengar tentang tanggung jawab dalam kehidupan kita. Tetapi apa sebenarnya tanggung jawab itu? Tanggung jawab dapat diartikan sebagai konsistensi kita untuk menjalani suiatu komitmen. Maka dari itu tanggung jawab dan komitmen merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Dan seiring bertambahnya usia kita, semakin besar pula tanggung jawab kita dalam kehidupan. Tetapi bila kita bertanya lebih lanjut, pada apakah kita bertanggung jawab? Sebagai anak-2 TUHAN yang telah diselamatkan, dengan sendirinya kita sudah mengikatkan diri kita pada hukum ALLAH. Dan ayat pembuka di atas telah menjelaskan apa yang menjadi dasar dari semua hukum ALLAH. Mengapa? Tanggung jawab yang benar tidak dapat dipisahkan dari rasa cinta. Orang yang mencintai orang lain, dengan sendirinya pasti akan berusaha untuk hidup dengan penuh tanggung jawab.
Untuk menjadi orang Kristen yang bertanggung jawab dalam hidup kita, secara garis besar kita dapat menguraikan tanggung jawab menjadi 3 bagian:
Tanggung jawab kepada ALLAH
Hukum yang terutama mengajarkan untuk kita mengasihi TUHAN dengan segenap apa yang ada dalam hidup kita. Dengan demikian tanggung jawab kita kepada TUHAN harus menjadi prioritas utama kita dalam menjadi orang Kristen yang bertanggung jawab. Apapun yang kita lakukan, ingatlah bahwa di balik semuanya itu sebagai orang Kristen kita memiliki sebuah pertanyaan besar, yaitu: “Apakah kita membawa kemuliaan bagi nama TUHAN?” Kita harus melakukan yang terbaik, bukan untuk kita, tetapi untuk TUHAN (Kol 3:23)
Tanggung jawab kepada diri kita sendiri
Hukum yang kedua mengajarkan untuk mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Dengan kata lain, bila kita coba telaah lebih dalam, hukum ini mengajarkan kita untuk belajar mengasihi diri kita sendiri lebih dulu, barulah kita bisa mengasihi orang lain. Mengasihi diri kita sendiri bukan berarti kita harus jadi pribadi yang egois, juga berbeda dengan mengasihani diri kita. Orang yang mengasihi dirinya sendiri pasti memiliki pandangan yang benar tentang identitas dirinya sendiri, yaitu bahwa hidup yang dimilikinya saat ini adalah sebuah kepercayaan dari TUHAN, dan ia bertanggung jawab untuk menjaga kepercayaan itu. Kita ingat pada perumpamaan tentang talenta, orang yang mengasihi dirinya sendiri mempunyai tanggung jawab bukan hanya untuk menjaga kepercayaan, tetapi juga mengembangkan kepercayaan yang diberikan oleh TUHAN. Orang yang mengasihi dirinya sendiri pasti menjaga hidupnya dengan baik, baik roh, jiwa maupun tubuhnya. (I Tes 5:23)
Tanggung jawab kepada orang lain
Setelah kita belajar mengasihi diri kita sendiri, kita pun memiliki sebuah tolok ukur untuk bagaimana kita bisa mengasihi orang lain. Bila berbicara tentang tanggung jawab kepada orang lain, kita pun berbicara tentang bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain, sambil kita juga menjaga diri kita sendiri. Tanggung jawab kita yang terbesar kepada orang lain adalah untuk menjadi terang bagi kehidupan mereka. Firman TUHAN mengajarkan kita untuk menjadi teladan, bukan hanya kepada orang-2 yang belum mengenal TUHAN, tetapi justru bagi sesama orang percaya (I Tim 4:12), itulah bentuk tanggung jawab kita kepada orang lain, dalam pengertian sesama orang percaya. Tetapi secara umum, kita memiliki tanggung jawab untuk memancarkan terang KRISTUS kepada seluruh dunia, dan semua orang. (Mat 5:16)
Menjadi orang yang bertanggung jawab bukanlah hal yang dapat diperoleh secara instan. Ada proses-proses yang harus kita lalui untuk menjadi orang yang bertanggung jawab. Tetapi suatu tanggung jawab yang benar pasti dimulai dari kesetiaan kita untuk menjalankan tanggung jawab kita dalam perkara-perkara yang sepertinya sepele. Tetapi Firman TUHAN sendiri mengajarkan kita untuk kita harus setia di dalam perkara-perkara kecil terlebih dahulu sebelum kita dipercayakan perkara-perkara yang besar. Dan ingatlah janji TUHAN, bahwa bila kita didapatiNYA bertanggung jawab, maka kita pun akan mendapat kehormatan untuk menikmati kebahagiaan bersama TUAN kita. (Mat 25:21)
Hukum yang terutama mengajarkan untuk kita mengasihi TUHAN dengan segenap apa yang ada dalam hidup kita. Dengan demikian tanggung jawab kita kepada TUHAN harus menjadi prioritas utama kita dalam menjadi orang Kristen yang bertanggung jawab. Apapun yang kita lakukan, ingatlah bahwa di balik semuanya itu sebagai orang Kristen kita memiliki sebuah pertanyaan besar, yaitu: “Apakah kita membawa kemuliaan bagi nama TUHAN?” Kita harus melakukan yang terbaik, bukan untuk kita, tetapi untuk TUHAN (Kol 3:23)
Tanggung jawab kepada diri kita sendiri
Hukum yang kedua mengajarkan untuk mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Dengan kata lain, bila kita coba telaah lebih dalam, hukum ini mengajarkan kita untuk belajar mengasihi diri kita sendiri lebih dulu, barulah kita bisa mengasihi orang lain. Mengasihi diri kita sendiri bukan berarti kita harus jadi pribadi yang egois, juga berbeda dengan mengasihani diri kita. Orang yang mengasihi dirinya sendiri pasti memiliki pandangan yang benar tentang identitas dirinya sendiri, yaitu bahwa hidup yang dimilikinya saat ini adalah sebuah kepercayaan dari TUHAN, dan ia bertanggung jawab untuk menjaga kepercayaan itu. Kita ingat pada perumpamaan tentang talenta, orang yang mengasihi dirinya sendiri mempunyai tanggung jawab bukan hanya untuk menjaga kepercayaan, tetapi juga mengembangkan kepercayaan yang diberikan oleh TUHAN. Orang yang mengasihi dirinya sendiri pasti menjaga hidupnya dengan baik, baik roh, jiwa maupun tubuhnya. (I Tes 5:23)
Tanggung jawab kepada orang lain
Setelah kita belajar mengasihi diri kita sendiri, kita pun memiliki sebuah tolok ukur untuk bagaimana kita bisa mengasihi orang lain. Bila berbicara tentang tanggung jawab kepada orang lain, kita pun berbicara tentang bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain, sambil kita juga menjaga diri kita sendiri. Tanggung jawab kita yang terbesar kepada orang lain adalah untuk menjadi terang bagi kehidupan mereka. Firman TUHAN mengajarkan kita untuk menjadi teladan, bukan hanya kepada orang-2 yang belum mengenal TUHAN, tetapi justru bagi sesama orang percaya (I Tim 4:12), itulah bentuk tanggung jawab kita kepada orang lain, dalam pengertian sesama orang percaya. Tetapi secara umum, kita memiliki tanggung jawab untuk memancarkan terang KRISTUS kepada seluruh dunia, dan semua orang. (Mat 5:16)
Menjadi orang yang bertanggung jawab bukanlah hal yang dapat diperoleh secara instan. Ada proses-proses yang harus kita lalui untuk menjadi orang yang bertanggung jawab. Tetapi suatu tanggung jawab yang benar pasti dimulai dari kesetiaan kita untuk menjalankan tanggung jawab kita dalam perkara-perkara yang sepertinya sepele. Tetapi Firman TUHAN sendiri mengajarkan kita untuk kita harus setia di dalam perkara-perkara kecil terlebih dahulu sebelum kita dipercayakan perkara-perkara yang besar. Dan ingatlah janji TUHAN, bahwa bila kita didapatiNYA bertanggung jawab, maka kita pun akan mendapat kehormatan untuk menikmati kebahagiaan bersama TUAN kita. (Mat 25:21)

0 comments:
Post a Comment